Mengenal Batik Complongan Khas Indramayu, Cara Buatnya Unik, Harus Ditusuk-tusuk

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU – Batik Complongan merupakan salah satu teknik membatik yang hanya ada di Kabupaten Indramayu.

Pada 20 September 2022, batik� ini pun resmi hak ciptanya menjadi milik Kabupaten Indramayu.

PAMONG Budaya Koordinator Cagar Budaya dan Museum pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Indramayu, Tinus, mengatakan teknik membatik dengan cara complongan ini merupakan teknik membatik tradisional yang sudah ada sejak zaman dahulu.

“Cara membatiknya dilakukan dengan cara melubangi batik dengan menggunakan alat yang terbuat dari jarum kecil,” ujarnya mewakili Kabid Kebudayaan, Uum Umiati, menjelaskan teknik pembuatan batik ini kepada Tribuncirebon.com, Kamis (22/9).

Tinus mengatakan, ciri khas Batik Complongan ini ada pada alat dan proses pembuatannya, yaitu dengan menggunakan alat bernama complongan.

Alat tersebut berupa deretan jarum yang dibuat seperti sikat. Isi satu alatnya ada sekitar 15-25 mata jarum, yang diapit oleh dua bilah kayu berukuran 5 cm x 5 cm x 2 cm dengan tali sebagai pengikat.

Untuk membuat batik dengan cara complongan ini, pertama-tama perajin harus membuat pola yang kemudian dibuat isen-isen atau titik-titik untuk mengisi bidang pada kain.

Pada hasil akhirnya, titik-titik lubang tersebut nantinya akan tertutup saat proses pewarnaan.

Untuk membuat Batik Complongan, kualitas malam yang digunakan juga harus bagus supaya tidak terjadi retak saat dicomplongi.

“Dibanding cara teknik membatik lainnya, teknik complongan ini membuat batik lebih estetis karena ditusuk-tusuk saat proses pembuatannya, makanya harga jualnya mahal seperti batik tulis,” ujar dia.

Salah satu yang masih mempertahankan Batik Complongan adalah Carwati. Di era modernisasi ini ia tetap mempertahankan cara pembuatan batik tradisional tersebut.

Carwati mengatakan, ia juga memproduksi batik-batik lainnya dengan terus melakukan inovasi mengikuti perkembangan zaman. Hingga kini usaha batik Carwati pun masih terus berjalan. Namun, bukan berarti tanpa kendala, salah satunya soal tenaga pembatik.

Menurutnya, para pembatik yang berusia muda cenderung kurang telaten ketika membuat motif batik yang rumit. Padahal, banyak motif batik asli Indramayu yang rumit dan butuh ketelatenan. Sedangkan mereka lebih suka membuat batik dengan motif yang sederhana, termasuk dalam pembuatan Batik Complongan karena dinilai lebih rumit dan memerlukan waktu yang tidak sedikit walau harganya cukup mahal. Mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Dalam hal ini, pihaknya berharap perajin batik bisa terus beregenerasi agar batik khas Indramayu bisa terus terlestarikan.

“Saat ini batik dengan motif-motif lama asli Indramayu hanya dikerjakan pembatik yang sudah tua,” ujarnya.

Sertifikat

Hak cipta Batik Complongan tercatat pada sertifikat dengan nomor ID G 000 000 118. Sertifikat tersebut, terang Tinus, dikeluarkan oleh Kantor Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) dengan nomor surat HKI.4-KI.07.01.06-757 per tanggal 20 September 2022.

Menurut Tinus, pengajuan hak cipta untuk Batik Complongan ini� sudah dilakukan pemerintah daerah sejak 16 Desember 2020.

“Alhamdulillah batik tulis complongan sudah resmi hak ciptanya milik Indramayu,” ujarnya.

Indramayu, ujar Tinus, memiliki 142 motif batik. Namun, baru 50 di antaranya yang terdaftar hak ciptanya.

Ia berharap, Batik Complongan bisa semakin dikenal luas oleh seluruh masyarakat. Ia juga mengajak� masyarakat Indramayu untuk� bangga dengan kekayaan batik yang dimiliki oleh Kabupaten Indramayu.(tribun cirebon)

NEWS RELATED

Ramzi Jenguk Lesti: Lagi Ditangani Dokter, Bismillah Mudah-mudahan Ada Hikmahnya

Suara.com – SuaraBandung.id – Presenter Ramzi datang menjenguk Lesti Kejora yang dirawat di rumah sakit akibat dugaan KDRT yang dilakukan suaminya. Ramzi datang menjenguk pelantun Bismillah Cinta tersebut pada Sabtu 1 Oktober 2022 “Ditungguin, ada mamak sama bapak,” kata Ramzi dikutip dari Youtube Seleb OnCam News, Sabtu (1/10/2022). Soal dugaan ...

View more: Ramzi Jenguk Lesti: Lagi Ditangani Dokter, Bismillah Mudah-mudahan Ada Hikmahnya

Scooter Braun has regrets over Taylor Swift drama

Scooter Braun has regrets over Taylor Swift drama Scooter Braun has regrets over how he handled the Taylor Swift situation. The 41-year-old music manager fell out with Taylor after he bought the rights to her masters and allegedly slapped her with restrictions on performing her hits live before he ...

View more: Scooter Braun has regrets over Taylor Swift drama

Unfall-Drama in Mittelsachsen: Suff-Fahrer fährt Mädchen (6) tot!

Hartha – Tragischer Unfall in Hartha (Mittelsachsen) am Freitagabend! Ein Suff-Fahrer (30) überfuhr ein Mädchen (6). Das Kind verstarb noch am Unfallort. Schreckliches Drama in Hartha (Mittelsachsen): Am Freitagabend fuhr dort ein Suff-Fahrer (30) ein Kind (6) tot. Das Drama spielte sich gegen 18.40 Uhr auf der Dresdner Straße ab. ...

View more: Unfall-Drama in Mittelsachsen: Suff-Fahrer fährt Mädchen (6) tot!

Ramalan Lama Roy Kiyoshi Tentang Hubungan Rizky Billar dan Lesti Kejora Viral Lagi, Kini Jadi Kenyataan?

Ramalan Lama Roy Kiyoshi Tentang Hubungan Rizky Billar dan Lesti Kejora Viral Lagi, Kini Jadi Kenyataan? Ramalan Roy Kiyoshi atas hubungan Rizky Billar dan Lesty Kejora Ramalan Lama Roy Kiyoshi Tentang Hubungan Rizky Billar dan Lesti Kejora Viral Lagi, Kini Jadi Kenyataan? Setahun yang lalu, peramal Roy Kiyoshi mengungkapkan sebuah ...

View more: Ramalan Lama Roy Kiyoshi Tentang Hubungan Rizky Billar dan Lesti Kejora Viral Lagi, Kini Jadi Kenyataan?

Ponniyin Selvan I, Vikram Vedha Release Highlights: Fans Call Mani Ratnam's Film Better Than Baahubali, Hrithik-Saba Snapped Together

Vikram Vedha, Ponniyin Selvan 1 Movie Release LIVE Updates: Two of the most awaited movies of the year – Mani Ratnam’s Ponniyin Selvan I and Pushkar-Gayatri’s Vikram Vedha are finally in theatres and are getting positive reviews from both, the audience and the critics. While Mani Ratnam’s PS I, a period film stars Aishwarya ...

View more: Ponniyin Selvan I, Vikram Vedha Release Highlights: Fans Call Mani Ratnam's Film Better Than Baahubali, Hrithik-Saba Snapped Together

Minggu, Westlife Gelar Konser di Antara Megahnya Candi Prambanan Yogyakarta, Cek Rundownnya

Laporan Wartawan TribunSolo.com, Septiana Ayu Lestari TRIBUNSOLO.COM, SOLO – Yogyakarta akan menjadi kota terakhir rangkaian konser tur dunia Westlife di Indonesia bertajuk Westlife The Wild Dreams Tour : All The Hits. Sebelumnya, grup vokal yang terdiri dari Shane Filan, Mark Feehily, Kian Egan, dan Nicky Byrne ini sukses menggelar ...

View more: Minggu, Westlife Gelar Konser di Antara Megahnya Candi Prambanan Yogyakarta, Cek Rundownnya

Sualtı Arama Kurtarma Timi 24 saat göreve hazır

Jandarma Sualtı Arama Kurtarma Timi zorlu eğitimin ardından su altında arama kurtarma yapıyorlar. Antalya’da zorlu eğitimlerden geçen Jandarma Sualtı Arama Kurtarma Timi (SAK), görüş mesafesinin neredeyse olmadığı, balçık ve çamurla kaplı karanlık sulara dalarak hedefine ulaşıyor. İl Jandarma Komutanlığı bünyesinde bulunan SAK Timi 649 kilometrelik kıyı şeridi, 29 akarsu, 15 ...

View more: Sualtı Arama Kurtarma Timi 24 saat göreve hazır

Berbagai Layangan Berbentuk Unik Ramaikan Festival Layang-layang di Surabaya, Ada yang Sate Pikul

Laporan wartawan Tribun Jatim Network, Bobby Constantine Koloway TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Surabaya Kite Festival berjalan semarak dengan menarik antusias peserta dari mancanegara, Sabtu (1/10/2022). Sekalipun, festival layang-layang tahunan di Surabaya ini sempat diwarnai hujan disertai angin kencang. Berdasarkan pantauan di lokasi di Long Beach Area Selatan, Pakuwon City Kota ...

View more: Berbagai Layangan Berbentuk Unik Ramaikan Festival Layang-layang di Surabaya, Ada yang Sate Pikul

Internet freedom activists scramble to help Iranians evade Tehran’s digital crackdown

Autobus znów wjechał na tory tramwajowe na Krakowskiej we Wrocławiu. Co jest z oznakowaniem ruchu w tym miejscu?

Penuh aksi, 5 Drama Korea yang Akan Tayang Bulan Oktober, Ada Drama D.O EXO

Early BO trends show Ponniyin Selvan 1 trumping Vikram Vedha despite lesser screens

E’ morto Alberto Pastori, calciatore e dirigente del Cupramontana

The real life neo-Nazi terror plot behind new Stephen Graham drama The Walk-In

Mel C: Ihre Tochter will nicht ins Rampenlicht

Nova biografia no centenário de Saramago revela episódios inéditos do Nobel da Literatura

Facebook, Instagram, dan WhatsApp Setop Perekrutan Karyawan Baru, Anggaran Juga Dihemat

Catherine Wilson Dinikahi Anggota DPRD, Diberi Maskawin Perhiasan Emas 100 Gram dan Berlian

Bruna Marquezine x Neymar: 5 vezes que eles ficaram em lados opostos

"Não sei se as pessoas já se aperceberam do que Mourinho fez..."

OTHER NEWS

Breaking thailand news, thai news, thailand news Verified News Story Network