Putin Kembali Tegaskan Rusia Siap Negosiasi Damai dengan Ukraina

putin kembali tegaskan rusia siap negosiasi damai dengan ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow siap untuk bernegosiasi damai dengan Ukraina, asalkan mempertimbangkan kepentingan semua negara yang terlibat dalam konflik yang berlangsung lebih dari dua tahun ini, termasuk Rusia. (Sumber: AP Photo)

MOSKOW, KOMPAS.TV - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan Moskow siap untuk bernegosiasi damai dengan Ukraina, asalkan mempertimbangkan kepentingan semua negara yang terlibat dalam konflik yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun ini.

Berbicara dalam wawancara dengan media negara China, Xinhua, sebelum kunjungannya ke China, Putin menyatakan kekecewaannya terhadap kurangnya dukungan Barat untuk inisiatif yang bertujuan memberikan perhatian yang sama pada tuntutan dari semua pihak.

"Kami terbuka untuk dialog tentang Ukraina, namun negosiasi semacam itu harus memperhitungkan kepentingan semua negara yang terlibat dalam konflik, termasuk negara kami," kata Putin, seperti dilansir Xinhua, Rabu (15/5/2024).

Putin memuji proposal China mengenai Ukraina sebagai langkah-langkah yang "layak dan konstruktif" menuju perdamaian, dengan menekankan rencana Beijing membentuk dasar bagi proses perdamaian politik dan diplomasi.

China tahun lalu mengeluarkan pernyataan 12 poin yang merinci proposal untuk mengakhiri perang, yang ditolak oleh Barat.

"Sayangnya, baik Ukraina maupun pendukung-pendukungnya di Barat tidak mendukung inisiatif-inisiatif ini. Mereka tidak siap untuk terlibat dalam dialog yang adil dan terbuka berdasarkan saling menghormati dan mempertimbangkan kepentingan masing-masing," ujar Putin.

"Mereka enggan untuk membahas penyebab-penyebab mendasar, akar krisis global, yang termanifestasi, antara lain, dalam situasi dramatis di sekitar Ukraina. Mengapa? Karena guncangan global saat ini dipicu oleh kebijakan-kebijakan mereka di tahun-tahun dan dekade-dekade sebelumnya," sambungnya.

Putin menuding elite Barat dengan keras bekerja untuk "menghukum" Rusia, mengisolasi dan melemahkannya, menyediakan uang dan senjata kepada otoritas Ukraina, serta memberlakukan sanksi sepihak yang tidak sah terhadap negaranya.

Ia mengatakan tindakan pembatasan yang dijatuhkan kepada Rusia berjumlah 16.000 lebih.

"Mereka mengancam untuk memecah belah negara kami. Mereka secara tidak sah mencoba untuk mengambil alih aset asing kami. Mereka memalingkan mata terhadap kebangkitan Nazisme dan serangan teroris yang didukung Ukraina di wilayah kami," kata Putin.

putin kembali tegaskan rusia siap negosiasi damai dengan ukraina

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping di sela-sela Forum Belt and Road di Beijing, Rabu, 18 Oktober 2023. Putin akan melakukan kunjungan kenegaraan selama dua hari ke China minggu ini, menurut Kementerian Luar Negeri China, Selasa (14/5/2024). (Sumber: AP Photo)

Putin berargumen Rusia mencari "penyelesaian yang komprehensif, berkelanjutan, dan adil terhadap konflik ini melalui cara-cara damai."

"Kami terbuka untuk berdialog mengenai Ukraina, namun negosiasi semacam itu harus mempertimbangkan kepentingan semua negara yang terlibat dalam konflik, termasuk Rusia."

"Mereka juga harus melibatkan diskusi substantif mengenai stabilitas global dan jaminan keamanan bagi lawan-lawan Rusia dan, tentu saja, bagi Rusia sendiri," katanya.

Dia mengatakan pihaknya siap berunding, namun Ukraina tiba-tiba mengumumkan penghentian negosiasi damai.

"Kemudian, pejabat-pejabat Ukraina mengatakan mereka melakukannya, antara lain, karena sekutu-sekutu Barat mereka merekomendasikan agar mereka melanjutkan pertempuran dan melakukan upaya bersama untuk mencapai kekalahan strategis Rusia. Kami tidak pernah menolak untuk bernegosiasi," tegas Putin.

Mengenai kerja sama Rusia-China, Putin mengatakan hubungan personalnya dengan Presiden Xi Jinping berkontribusi pada perkembangan kemitraan antara kedua negara.

Ia mengungkapkan, perdagangan bilateral telah berkembang pesat, dengan peningkatan yang signifikan dalam omzet dan kerja sama ekonomi yang substansial.

Rencana-rencana untuk kolaborasi lebih lanjut dalam industri, teknologi, dan budaya menandakan masa depan yang menjanjikan bagi kemitraan tersebut, katanya.

Putin menambahkan, seiring dengan dinamika global yang berkembang, Rusia dan China bersatu dalam komitmen untuk mempromosikan perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran bersama melalui keterlibatan diplomatis, pertukaran budaya, dan kerja sama multilateral, termasuk dalam organisasi dan asosiasi internasional seperti blok ekonomi BRICS dan Organisasi Kerja Sama Shanghai.

OTHER NEWS

2 hrs ago

Para Pemimpin Dunia Sampaikan Belasungkawa atas Meinggalnya Presiden Iran Ebrahim Raisi

2 hrs ago

Motif Penyekapan Wanita di Apartemen: Kesal, Open BO Ditagih Bayaran Lebih

2 hrs ago

Benarkah Mobil Matik Lebih Boros BBM? Ternyata Begini Penjelasannya

2 hrs ago

Kakak SYL Disebut Dapat Duit Rp 10 Juta Per Bulan dari Kementan

2 hrs ago

DPR Bakal Fit and Proper Test Calon Deputi Gubernur Senior BI Pekan Depan

2 hrs ago

Jejak Kotor Para Auditor BPK

2 hrs ago

Gerindra Bakal Usung Ahmad Dhani Maju Pilwakot Surabaya

2 hrs ago

Kaget Banget Pas Tau Bau Kulkas Bisa Hilang Saat Letakan Benda Ini, Harganya Cuma Rp12 Ribuan!

2 hrs ago

Ramai di Media Sosial iPhone Terdaftar di Kemendikbud, Begini Penjelasannya

2 hrs ago

Shin Tae-yong Akui Suporter Timnas Indonesia Semakin Banyak, Janji Bawa Skuad Garuda Terbang Tinggi

2 hrs ago

Profil Adega Anggayasta Owner Rainbow Moto Builder Spesialis Modifikasi Motor Agak Lain

2 hrs ago

Irak Dapat Kabar Buruk Jelang Hadapi Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

2 hrs ago

Tim Hotman Paris Meradang,Kasus Vina Cirebon Disebut Kecelakaan Murni

2 hrs ago

Meski Alami Luka Bakar, Jenazah Presiden Iran Dapat Dikenali dan Tak Perlu Tes DNA

2 hrs ago

Soal Tarif PPN 12 Persen, Sri Mulyani: Kami Serahkan Pemerintahan Baru

2 hrs ago

Anies Tertarik Maju Pilkada Jakarta, PKS Tidak Tergoda

2 hrs ago

Meski Jaringannya Cepat, Ini Kelemahan Pasang Internet Starlink

2 hrs ago

Promosikan Judi Online, Selebgram Tulungagung Ditangkap Polisi

2 hrs ago

Hanung Bramantyo Ungkap Alasan Tuhan, Izinkan Aku Berdosa Dibuat Open Ending

2 hrs ago

Kesabaran Arda Guler Berbuah Manis,Ancelotti Kirim Sinyal Pertahankan Messi Turki Musim Depan

2 hrs ago

Aturan Baru Liga 1 Picu PSIS Semarang Uji 6 Pemain Asing Baru,Snex dan Panser Ini Daftarnya

2 hrs ago

Ambisi Jokowi Gabung OECD, Bawa RI Makin Liberal?

2 hrs ago

Suasana Haru Iringi Pemakaman Farid Ahmad di Bandung Barat

2 hrs ago

Simak 3 Jenis Usaha yang Bakal Ditolak Saat Pengajuan Pinjaman KUR BRI

2 hrs ago

Ini Dugaan KNKT Mengapa Pilot Tecnam P2006T Arahkan Pesawat ke Lapangan Sunburst BSD

2 hrs ago

Presiden Iran Ebrahim Raisi Meninggal karena Kecelakaan Helikopter, Siapa Penggantinya?

2 hrs ago

Lawan Timnas Indonesia, Irak Bawa Koki Khusus ke Tanah Air

2 hrs ago

ICC Minta Surat Penangkapan Netanyahu dan Pemimpin Hamas Dikeluarkan

2 hrs ago

Hasto: PDIP Lihat Jokowi Berubah Sejak 2019, Tekanan pada Kami Begitu Kuat

2 hrs ago

Sampai Ada Ancaman Pembunuhan, Inilah 5 Teror Adi Pradita yang Membuat Nimas Ketakutan

2 hrs ago

Marinir Ungkap Alasan Tak Bawa Jenazah Lettu Eko untuk Diotopsi

2 hrs ago

Petugas KNKT Terkejut Lihat Jadwal Bus Rombongan Wisata Religi,Hanya Sedikit Istirahat

2 hrs ago

Geser Kick-off ke Sore Hari, Shin Tae-yong Lakukan Mind Games Sekaligus Maksimalkan Home Advantage

3 hrs ago

Hasto: Sikap PDIP Sudah Jelas, Tunggu Tanggal Mainnya

3 hrs ago

Sisi Kebanggaan Shin Tae-yong terhadap Timnas Indonesia

3 hrs ago

Grup Neraka Menanti Timnas Indonesia di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia

3 hrs ago

Melihat Pabrik Vinfast di Vietnam, Kapasitas 300.000 Unit per Tahun

3 hrs ago

101 Daftar Pinjol Legal dan Terpercaya Berizin OJK Terbaru Mei 2024

3 hrs ago

Pep Guardiola Tak Punya Target Besar Lagi Bersama Man City

3 hrs ago

Kompak Bikin Asis, Dua Pilar Timnas Indonesia Gagal Bawa Klubnya Menang