Sosok Guru SD Dibelikan Rumah oleh Mantan Murid,Kebaikan 30 Tahun Lalu Terbayar,Dulu Beri Sepatu

TRIBUNJATIM.COM - Inilah sosok guru SD dibelikan rumah mantan muridnya.

Guru SD di China itu bernama Truong.

Kebaikan Guru Truong 30 tahun lalu kini terbayar.

Ia yang kini tinggal di tempat kurang layak mendadak mendapat rumah.

Melansir dari situs Soha via TribunTrends, Pada tahun 1978, Guru Truong yang baru saja lulus kuliah ditugaskan mengajar di sebuah SD di Provinsi Guangdong, Tiongkok.

Setelah lima tahun bekerja di sana, ia mendapat promosi dan diangkat menjadi kepala sekolah.

Untuk meningkatkan hasil belajar murid-murid di sekolahnya, Guru Truong membuka les gratis di rumah.

Tindakannya itu mendapat sambutan positif, banyak dari muridnya yang datang untuk mengikuti kelas dengan cuma-cuma.

Di antara sekian banyak siswa, ada satu yang menarik perhatiannya.

Anak itu merupakan murid laki-laki dengan tubuh kurus dan badan lebih kecil dari teman seusianya.

Ia kerap datang memakai baju bekas yang lusuh.

Namun meski anak dari keluarga miskin, Guru Truong mengenalkan sebagai murid yang cerdas dan punya nilai bagus.

Suatu saat, siswa tersebut tidak masuk sekolah selama seminggu.

Wali kelas tidak mengetahui alasan ketidak hadirannya di sekolah.

Guru Truong merasa hal ini tidak biasa sehingga menyempatkan diri berkunjung ke rumah sang siswa di hari libur.

Ketika ia sampai, betapa sedih hatinya melihat rumah siswa itu.

Kemiskinan begitu kentara dari kondisi rumahnya yang kosong tanpa banyak perabotan.

"Setelah bertanya kepada tetangga, saya mengetahui bahwa keluarga ini sangat miskin.

Orangtuanya tidak punya cukup uang untuk membayar sekolah, sehingga mereka membiarkan putranya putus sekolah agar bisa tinggal di rumah dan membantu pekerjaan mereka sebagai buruh tani," kenang Guru Truong bercerita kepada Soha.

Setelah mengetahui fakta ini, Guru Truong pulang dan kembali lagi keesokan harinya.

Ia berbicara langsung kepada orangtua murid untuk meyakinkan mereka agar membiarkan putranya melanjutkan sekolah.

Dengan bujukan dari Guru Truong, kedua orangtua muridnya akhirnya membiarkan putra mereka untuk sekolah lagi.

Singkat cerita, Guru Truong dan murid lelaki itu jadi memiliki kedekatan khusus setelah apa yang dilakukannya.

Bahkan ketika sang murid sudah lulus SD, keduanya tetap berhubungan dan saling berkomunikasi.

Suatu hari ketika murid tersebut sudah duduk di bangku universitas, ia bercerita bahwa ia tidak memiliki uang untuk membeli sepatu.

Padahal saat itu sedang musim dingin di China sehingga ia merasa kedinginan jika tidak memakai sepatu.

sosok guru sd dibelikan rumah oleh mantan murid,kebaikan 30 tahun lalu terbayar,dulu beri sepatu

Sosok Guru SD Dibelikan Rumah oleh Mantan Murid,Kebaikan 30 Tahun Lalu Terbayar,Dulu Beri Sepatu

Mendengar kabar itu, Guru Truong merasa amat sedih sekaligus trenyuh.

Segera saja ia membelikan sepatu yang bagus dengan separuh gaji yang ia terima sebagai guru.

Muridnya begitu terkejut kala menerima sepatu pemberian Guru Truong.

Dalam hati ia berjanji akan terus mengingat jasa gurunya dan membalas budi di masa depan.

Janji yang ia ucapkan itu ternyata benar-benar ditepati.

30 tahun berlalu dan Guru Truong telah menginjak usia 60 tahun, roda kehidupan mulai berputar.

Sang murid yang dulu miskin kini telah memiliki pekerjaan bergaji tinggi.

Sementara Guru Truong yang tak lagi produktif tinggal di sebuah rumah kayu kecil.

Muridnya tahu bahwa Guru Truong masih menghuni rumah di belakang sekolah lamanya.

Ia memutuskan diam-diam membeli sebuah rumah di area tersebut untuk diberikan kepada gurunya.

Suatu hari, ia menemui Guru Truong sambil membawa dokumen pembelian dan sertifikat rumah.

Tanpa ragu ia memberikan sertifikat rumah kepada Guru Truong dan mengatakan bahwa rumah tersebut sekarang jadi milik sang guru.

Muridnya menyebut rumah itu adalah balasan atas sepasang sepatu yang pernah dibelikan Guru Truong untuk dirinya.

Guru Truong yang mendengar hal itu pun hanya bisa menangis haru.

Imbalan atas ketulusan hatinya puluhan tahun lalu ternyata berbuah manis di masa tuanya

Sementara itu, inilah kisah bocah 8 tahun jadi pemulung agar bisa bertahan hidup.

"Lagipula keluargaku miskin, belajar tanpa bayaran.

Tidak apa-apa tumbuh mengumpulkan sampah, selama kamu bisa bertahan hidup." tuturnya dikutip TribunTrends dari Eva.vn, Senin, (27/5/2024).

Namun seiring berjalannya waktu, bocah tersebut perlahan merubah cara berpikirnya.

Dia pun kini bekerja keras dan mengungkap cita-cita mulianya.

Lahir dari keluarga yang kurang beruntung, bocah bernama Zhao Zilong dulu berpikir bahwa tidak ada gunanya belajar dengannya.

Ibunya melarikan diri dari rumah setelah melahirkannya.

Sementara sang ayah, saat ini menjalani hukumannya di penjara.

Pada tahun 2021, Zhao Zilong ditemukan oleh organisasi amal dan pindah ke Kota Taiyuan, Provinsi Shanxi, Cina pada tahun 2023. Ini adalah titik balik dalam kehidupan bocah malang ini.

Zhao Zilong dulu berpikir bahwa dengan situasinya, tidak ada gunanya belajar, tumbuh menjadi pemulung tidak apa-apa, selama dia bisa bertahan hidup.

Tetapi sejak dia bertemu Guru Ma, dia berkata pada dirinya sendiri untuk bekerja lebih keras.

Di mata Zhao Zilong, guru itu adalah orang yang sangat mengagumkan.

Dia brilian dan membantu banyak orang. Dia berpikir, jika dia belajar dengan giat, dia bisa menjadi seperti dia, membantu mereka yang membutuhkan.

Sejak saat itu, Zhao Zilong tidak lagi melipat pesawat kertas di kelas, tetapi memerintahkan dan mendengarkan dengan penuh perhatian.

Ini mengejutkan para guru dan teman-teman. Mereka bahkan bertanya, "Apakah itu Zhao Zilong?"

Guru berkata bahwa dia sangat cerdas dan mencapai banyak prestasi akademik yang sangat baik.

Berbicara tentang perubahannya sendiri, bocah itu tersenyum cerah. Orang bisa melihat di mata yang bersinar itu kepercayaan diri dan harapan.

Zhao Zilong juga mengungkapkan bahwa keinginannya sekarang adalah untuk dapat kuliah di Universitas Nanjing di masa depan.

Sekarang, Zhao Zilong bermimpi masuk ke Universitas Nanjing, kemudian membantu orang-orang seperti gurunya.

Dari seorang anak yang tumbuh ingin memungut sampah hingga bertekad untuk kuliah, transformasinya menyentuh orang dewasa.

Dengan bantuan para orang dermawan, ia menyadari dirinya, memiliki ambisi dalam hidup dan mengubah keinginannya.

Dia memiliki keyakinan pada dirinya sendiri, bahwa dia bisa merubah nasibnya.

Informasi lengkap dan menarik lainnya di Googlenews TribunJatim.com

OTHER NEWS

37 minutes ago

Nasihat Demichelis yang Mengubah Karier Lionel Messi

37 minutes ago

Bursa Transfer,Persib Bandung Incar Pemain Rp 6,95 Miliar,Papa Victor Terancam Hengkang

42 minutes ago

Rencana Southgate Terhadap Alexander-Arnold Undang Kritik

42 minutes ago

5 Fakta Pernikahan Happy Asmara dan Gilga Sahid, Digelar Privat!

42 minutes ago

PKS Dianggap Salah Perhitungan jika Usung Sohibul Iman di Pilkada Jakarta dibanding Mardani Ali Sera

47 minutes ago

Profil Mattia Zaccagni,Pemain Lazio yang Cetak Gol Mirip Del Piero dan Loloskan Timnas Italia

47 minutes ago

Mengenal Siklus Hidup Baterai Kendaraan Listrik

47 minutes ago

Mengintip Dapur Produksi Kopi Tuku, Roasting Kopi dan Memasak Gula Aren

47 minutes ago

Berapa Lama Masa Iddah untuk Wanita yang Sudah Menopause? Begini Penjelasan Ulama Buya Yahya

47 minutes ago

Sri Mulyani Curhat Ditawari Pinjol Setiap Hari

47 minutes ago

Pontjo Sutowo Kalah Lawan Mensesneg soal Sengketa Hotel Sultan di PN Jakpus

47 minutes ago

Persebaya Surabaya Pamer Dua Pemain Timnas Indonesia,Ada Rekrutan Baru Malik Risaldi

59 minutes ago

Sinopsis My Boo, Film Horor Komedi Terbaru Asal Thailand

59 minutes ago

Bukan Bali United,Terjawab Tujuan Ragnar Oratmangoen di Musim Depan,Ingin Keluar Liga Belanda

1 hour ago

ASEAN Cup U-16 2026 - Nova Arianto Akui Pertahanan Rapat Filipina, Tapi Timnas U-16 Indonesia Menang Fisik

1 hour ago

Hasil Piala AFF U16 2024: Timnas Indonesia U16 Gilas Filipina 3-0

1 hour ago

7 Gol Telat Euro 2024 - Mattia Zaccagni Nyaris Rusak Rekor Pahlawan Hungaria

1 hour ago

Hasil Euro 2024 Tadi Malam: Spanyol Jaga Rekor Sempurna di Fase Grup,Modric Cetak Rekor

1 hour ago

UPDATE Klasemen Sementara dan Peluang Lolos Timnas Indonesia U-16 Setelah Menang 3-0 Atas Filipina

1 hour ago

Akar Masalah Pengemudi Mobil Bayar Tol Cisumdawu Rp 789 Ribu, Bermula Mundur Isi Saldo

1 hour ago

Masih Ingat Farel Prayoga,Dulu Diundang Jokowi Nyanyi di Istana Merdeka,Begini Nasibnya Sekarang

1 hour ago

Pantas Farel Prayoga ,Ojo Dibandingke, Bak Hilang usai Dibikin Tenar Jokowi,Kuak Perubahan Hidupnya

1 hour ago

Duh! Ini Prediksi Nasib Jutaan Data Rakyat RI Jika Kominfo Menolak Bayar Tebusan Rp130 Miliar

1 hour ago

Anggota Banggar DPR: Rp 530 T Belanja Pemerintah Pusat yang Menikmati ASN

1 hour ago

Arteta Ambil Risiko Kemarahan Bintang Senior Arsenal Transfer yang Menyengat Liverpool dan Chelsea

1 hour ago

Penjelasan Hillary Lasut Soal Pindah Partai Politik | PODCAST KODE

1 hour ago

Model Barunya Sudah Nongol, Gimana Harga Motkas Yamaha NMAX?

1 hour ago

5 Pendidikan Karakter Anak Usia Dini 1-6 Tahun Menurut Psikolog

1 hour ago

APBN Defisit Rp 21,8 Triliun,Sri Mulyani Sebut Pendapatan Negara Menurun,Pengeluaran Meroket

1 hour ago

Garuda Indonesia "Delay" 5 Jam Saat Pulangkan Jemaah Haji, Kemenag Protes

1 hour ago

BUMD PAM Jaya Buka Lagi 10 Lowongan Kerja untuk D3 dan S1, Ada untuk Semua Jurusan

1 hour ago

Etika dan Tata Krama yang Harus Dipatuhi Saat First Date

1 hour ago

Ragnar Oratmangoen Mengaku Sempat Frustrasi saat Dilatih oleh Shin Tae-yong

1 hour ago

Miliarder 91 Tahun Nikahi Wanita 42 Tahun,Malam Pertama Langsung Tumbang hingga Masuk Rumah Sakit

1 hour ago

5 Rekomendasi Tempat Wisata di Bandung Cocok Buat Liburan,Bisa Lihat Pemandangan dari Ketinggian

1 hour ago

Anak Buah Sri Mulyani Minta Kementerian Lembaga ‘Ngirit’ Belanja pada 2025

1 hour ago

Polisi: Wanita yang Ditangkap Bersama Virgoun adalah Kerabat Dekatnya

1 hour ago

3 Tempat Judi Online di Purwokerto Digerebek, 11 Orang Jadi Tersangka dan 1 Buron

1 hour ago

Pantai Lampon Kebumen: Rute, Harga Tiket, dan Aktivitas Seru!

1 hour ago

Wisata Indah yang Wajib Dikunjungi saat Bertamu ke Kota Makassar