Tragedi di Desa Yahidne Dinilai Jadi Gambaran Rencana Putin atas Ukraina

tragedi di desa yahidne dinilai jadi gambaran rencana putin atas ukraina

Kondisi korban perang Rusia-Ukraina. Seorang pria berdiri di atas atap rumahnya yang hancur akibat serangan Rusia di Kota Kherson, Ukraina selatan, Senin (30/10/2023).

DESA Yahidne, yang namanya memiliki arti “kaya akan buah beri”, terletak di wilayah Chernihiv, Ukraina. Desa itu berdiri di antara hutan pinus dan jalan raya yang sibuk menuju Kyiv.

Kehidupan di desa tersebut berjalan selayaknya kehidupan di desa-desa pada umumnya. Namun, semuanya berubah ketika pasukan Rusia memasuki desa itu pada Maret 2022. Semua penduduk Desa Yahidne menyaksikan tempat tinggalnya berubah menjadi kamp kematian.

Barang-barang milik warga dirampas, mulai dari mesin cuci, sprei, hingga alkohol. Semua ternak, unggas, bahkan seekor anjing milik warga dibunuh dan dikonsumsi oleh pasukan Rusia, kata Mikhail, salah satu warga berusia 67 tahun yang selamat.

Pasukan Rusia juga bersekongkol dengan warga yang pro-Moskwa untuk menangkap dan mempermalukan warga lain yang pro-Ukraina. Mereka yang pro-Moskwa akan melaporkan  warga yang pro-Ukraina kepada tentara.

Selanjutnya, tentara Rusia mempermalukan mereka dengan memaksanya menyanyikan lagu kebangsaan Rusia, berlutut atau melepaskan pakaiannya, hingga memukuli mereka jika berbicara dalam bahasa Ukraina atau mengkritik invasi Rusia.

Viktor Shevshenko (50 tahun), ayah dari tiga anak, ditembak mati di kebun miliknya. Keluarganya tidak diizinkan untuk menguburkan jenazahnya selama 21 hari. Adik laki-laki Viktor juga menghilang. Keluarganya tidak tahu apakah ia sudah tewas atau diculik karena tubuhnya belum juga ditemukan.

368 Warga Desa Yahidne Disekap di Ruangan Bawah Tanah

Tidak berhenti sampai di situ, penderitaan warga Yahidne kian memburuk setelah pasukan Rusia memutuskan untuk menjadikan mereka sebagai perisai manusia. Sebanyak 368 warga desa dipaksa untuk masuk ke ruang bawah tanah yang terletak di sebuah bangunan sekolah dekat hutan.

Mulai dari bayi usia 90 hari hingga orang yang berumur 91 tahun tak luput dari penyekapan tersebut. Beberapa warga lanjut usia dengan penyakit dan disabilitas juga dipaksa mengikuti perintah tentara Rusia. Salah satunya adalah Dmytro Muzyka yang berusia 91 tahun. Saat masih kecil, ia  selamat dari Perang Dunia II. Namun, saat penyekapan ia hanya mampu bertahan tak sampai satu hari.

Tak hanya Dmytro, beberapa warga lain juga turut gugur. Dilaporkan jumlah korban tewas dari tragedi tersebut mencapai 17 orang. Nasib para korban tewas ini sama seperti Viktor, dibiarkan terbaring tanpa dikubur selama berhari-hari.

Mayat warga dibiarkan begitu saja di lantai. Nama mereka serta tanggal kematiannya tertulis di dinding yang penuh dengan gambar anak-anak.

Ketika diizinkan untuk mengubur mayat-mayat tersebut, beberapa warga justru ditembaki sekelompok tentara Rusia yang melintas. Warga akhirnya berlindung ke lubang makam yang baru digali, menurut pengakuan para warga desa.

Ruangan yang sempit dan makanan yang terbatas jadi gaya hidup baru mereka selama penyekapan. Tak jarang pasukan Rusia yang berjaga memukuli, memperkosa, menyiksa, bahkan membunuh beberapa warga desa itu. Seringkali aksi kekerasan yang mereka lakukan hanya terjadi akibat hal-hal kecil, seperti tersinggung karena pandangan yang mengkritik atau sekedar ingin saja.

Momen paling menakutkan menghantui warga yang disekap saat mendekati akhir bulan Maret. Saat itu, pasukan Rusia tiba-tiba saja menggali sebuah lubang besar. Warga yang melihat dibuat sangat ketakutan karena mengira mereka semua akan dibunuh dan dikuburkan di lubang tersebut.

Untungnya, tekanan yang mendadak dari Ukraina pada akhir Maret serta menipisnya pasokan pasukan Rusia memaksa mereka mundur dari Desa Yahidne. Para pasukan Rusia pergi dari desa tersebut setelah 27 hari menyekap para warga yang ada di sana. Para anggota pasukan Rusia yang terlalu mabuk dan tertinggal di desa tersebut ditangkap pasukan Ukraina.

Tragedi Tersebut Jadi Gambaran Rencana Rusia di Ukraina

Walau pasukan Rusia telah pergi, para warga masih harus bergulat dengan trauma dan kehilangan.

Tragedi mematikan ini menuai kecaman dari berbagai pihak hingga komunitas internasional. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, berkata bahwa tragedi tersebut merupakan “esensi” dari apa yang Kremlin dan para pemimpinnya rencanakan untuk dilakukan di seluruh Ukraina.

“Ini hanya satu desa, tapi mencerminkan esensi pandangan dunia Putin, tujuan ia sebenarnya,” kata Zelenskyy pada 8 Mei 2024.

Sampai saat ini, masih  banyak warga yang belum mendapatkan akses ke rumah yang nyaman. Pemerintah Ukraina dan sejumlah pemerintah negara lain telah bertekad untuk membantu membangun kembali Desa Yahidne sejak perginya pasukan Rusia dari desa tersebut.

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Antony Blinken, telah mengunjungi Yahidne dan berjanji akan membiayai restorasi desa tersebut. Pemerintah Latvia turut membantu dengan menawarkan untuk membangun kembali tujuh rumah yang terbakar. Kyiv di sisi lain mengalokasikan uang untuk Yahidne dan menjanjikan rumah baru serta museum peringatan di ruang bawah tanah sekolah.

Namun, upaya restorasi tersebut pada akhirnya terhambat karena kekurangan biaya dan lambatnya pekerjaan perusahaan konstruksi yang disewa pemerintah. Rumah-rumah yang dijanjikan masih banyak yang tidak memiliki akses kepada listrik atau penghangat. Akibatnya, warga pun hidup dalam ketidakpastian.

OTHER NEWS

4 hrs ago

Sikap Ketua DPRD Garut ke Peserta Demo Guru Honorer Disorot, Golkar Beri Teguran

4 hrs ago

Jenis-jenis Topologi Jaringan Komputer serta Kelebihan dan Kekurangannya

4 hrs ago

Konon Syahrini Telah Melahirkan Anak Pertama, Keluarga Bilang Begini

4 hrs ago

Spesial Download Litomplo Free Fire APK 2024,Dapat Diamond Semua Player

4 hrs ago

Potensi Aroma Eropa Menghilang dari Persija,Thomas Doll Pamit,2 Nama Lainnya Kans Menyusul

4 hrs ago

ASEAN Cup U-16 2024 - Vietnam Lakukan Hal Ini demi Adaptasi Cuaca di Indonesia

4 hrs ago

Bangganya Veronica Tan, 2 Anaknya Lulus Sekolah dan Kuliah Secara Bersamaan, Janda Ahok Langsung Tulis Pesan Haru Ini

4 hrs ago

Ini Kesalahan Fatal Iptu Rudiana Diduga Langgar Kode Etik di Kasus Vina,Eks Wakapolri Bisa di PTDH

4 hrs ago

Pemimpin Sayap Kanan Swiss Sebut KTT Perdamaian Memalukan, Lukai Tradisi Netralitas Negara Itu

4 hrs ago

Mau Jual Sebagian Tanah Warisan? Harus Pecah Sertifikat Dahulu

4 hrs ago

Proses Cerai Berlanjut, Ruben Onsu Kepergok Tampil Bersama Sarwendah, Ekspresi Canggung Betrand Peto Jadi Sorotan

4 hrs ago

Curiga Suami Selingkuh Gegara Temukan Celana Dalam ART di Bawah Bantal, Istri Sah Syok Tahu Fakta ini dari CCTV

4 hrs ago

Simak, Berikut Cara Ganti KTP DKI Jakarta Jadi KTP Daerah Khusus Jakarta

4 hrs ago

Wajib Tahu, Beginilah Ciri Selang Radiator Mobil Sudah Mulai Rusak

5 hrs ago

Hanya Dua Pemimpin Asia Hadiri KTT Perdamaian Ukraina, Indonesia Bahkan Cuma Kirim Dubes di Swiss

5 hrs ago

Yang ‘Tersembunyi’ di Balik Kasus Polwan Bakar Suami Menurut Komnas Perempuan

5 hrs ago

3 Berita Artis Terheboh: Ruben Onsu Ungkap Penyesalan, Sarwendah Didoakan Rujuk

5 hrs ago

KIM Disebut Setuju Usung Ridwan Kamil di Pilkada Jakarta, Golkar: Lihat Perkembangan Elektabilitasnya

5 hrs ago

Suporter Kroasia Berharap Luka Modric Mampu Bawa Timnya Bangkit Usai Kalah dari Spanyol

5 hrs ago

Dialami Banyak Orang, Bahayakah Urat yang Terlihat di Paha?

5 hrs ago

Resep Pisang Goreng Cripsy, Remahannya Melekap Sempurna

5 hrs ago

Ekonom Wanti-Wanti Indonesia akan Membayar Mahal jika Rasio Utang Naik jadi 50% PDB

5 hrs ago

AC MILAN: Kode Theo Hernandez soal Masa Depan Bersama Rossoneri

5 hrs ago

Soal Kans Duet dengan Anies di Pilkada Jakarta, Sandiaga: Enggak Ada Ajakan

5 hrs ago

Alvaro Morata Masuk Jajaran Elite Pencetak Gol Piala Eropa, Siap untuk Italia

5 hrs ago

Roger Federer Wajib Sungkem Usai Hendra Setiawan Cuma Ambyar di Final Australian Open 2024

5 hrs ago

Jajal Singkat Kenyamanan Hyper HT, Mobil Listrik Premium GAC Aion

5 hrs ago

EURO 2024: Polandia Vs Belanda 1-2, Pengganti Menjadi Kunci

5 hrs ago

Alun-Alun Kota Depok, Ruang Publik untuk Olahraga dan Bersantai Bersama Keluarga

5 hrs ago

Hasil Euro 2024 Italia vs Albania: Gli Azzurri Turunkan Tempo (Menit 65)

5 hrs ago

Cuma Sedikit yang Tahu, Ini Manfaat Memanaskan Mesin Mobil Dibawa Jalan

5 hrs ago

MilkLife Soccer Challenge 2024, SDUT Bumi Kartini Jepara Pertahankan Gelar Juara

5 hrs ago

Istana Tegaskan Prabowo Berkomitmen Lanjutkan Kebijakan Pemerintah: Prabowo dan Jokowi Manunggal

5 hrs ago

Konser Lay Zhang di Indonesia Batal Digelar

5 hrs ago

Anies-Sandiaga Tak Berencana Duet Kembali pada Pilkada Jakarta

5 hrs ago

Isu Perombakan Kabinet Jokowi, Sandiaga: Saya Siap Di-"reshuffle" Kapan Pun

5 hrs ago

Namanya Diusulkan DPD PDI-P untuk Pilkada Jakarta 2024, Anies: Mengalir Saja, Santai...

5 hrs ago

7 Berita Populer Sulawesi Utara Minggu 16 Juni 2024: PSI Dukung Elly Lasut Cagub,3 Poros di Pilgub

5 hrs ago

Sejarah Kenapa Lokasi Stasiun KA di Indonesia Sering Berdekatan

5 hrs ago

Arti Mimpi Mendaki Gunung dan Memetik Buah-buahan Menurut Pasaran Primbon Jawa,Apa Pertanda Baik?