Realita Kerja TKI Bergaji Rp 50 Juta Sebulan Gak Seindah Negeri Dongeng,Curhat Tukang Cuci Viral

SURYAMALANG.COM, - Viral realita kerja TKI bergaji Rp 50 juta sebulan gak seindah negeri dongeng diungkap seorang pria tukang cuci piring.

Tukang cuci piring itu merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) atau istilah lainnnya pekerja migran yang memilih untuk bekerja di Australia.

Sebagai pekerja asing, pria bernama Victor tersebut menceritakan pengalaman dan kehidupannya sehari-hari di Australia.

Lewat channel Youtube-nya yang sudah ditonton 3,1 ribu kali, Victor mengatakan saat ini bekerja sebagai kitchen hand.

Kitchen hand bertugas menjaga area dapur sebuah restoran agar tetap bersih dan rapi, teknisnya adalah cuci piring dan pekerjaan lain yang berkaitan.

"Aku kerja sebagai kitchen hand. Kerjaan aku itu cuci piring, rapihin dapur dan lain sebagainya," ujar Victor di YouTube VICTOR TA tayang Selasa (19/3/24).

realita kerja tki bergaji rp 50 juta sebulan gak seindah negeri dongeng,curhat tukang cuci viral

Victor sebagai pekerja migran di Australia jadi tukang cuci piring (Youtube VICTOR TA)

Pekerjaan ini biasanya dilakukan oleh karyawan pemula yang bekerja di industri makanan seperti restoran.

Victor mengatakan pekerjaannya tidaklah mudah.

"Jangan teman-teman kira kerjanya berarti enak-enak aja, indah seperti di negeri dongeng, enggak," ujar Victor.

Victor pun mengaku dituntut untuk terus disiplin dan mematuhi peraturan.

Mengingat pekerjaannya yang tidak mudah, Victor pun mengatakan gajinya bisa mencapai Rp 50 juta per-bulan.

"Emang benar ya kak kalau misalnya kerja di Australia itu bisa dibayar Rp 50 juta per bulannya? jawabannya ya," ujar Victor.

Bahkan Victor menjelaskan gaji di Australia diberikan setiap seminggu sehingga Ia bisa menghasilkan uang sekitar Rp 15 juta.

"Karena aku per-minggu pun bisa sampai Rp15 juta," ujar Victor lagi.

Meski gajinya tinggi, namun biaya Victor mengingatkan kalau hidup di Australia juga terbilang tinggi.

"Tapi jangan lupa, biaya hidup di Australia juga nggak kalah tingginya" terang Victor.

"Pajak yang dibayar ke pemerintah juga tinggi. Jadi jangan sampai termakan hoax yang share indah-indahnya aja," ungkap Victor.

realita kerja tki bergaji rp 50 juta sebulan gak seindah negeri dongeng,curhat tukang cuci viral

Gaji Victor sebagai pekerja migran di Australia jadi tukang cuci piring (Youtube VICTOR TA)

Apa yang dikatakan Victor memang benar.

Melansir Kompas.com, biaya hidup di Australia lumayan menguras kantong.

Sebagai contoh, kisaran biaya hidup untuk rata-rata mahasiswa per bulan di Australia sekitar USD 1600-1800 atau sekitar Rp 24-27 juta per bulan.

Meski begitu, Australia adalah negara ramah dan multikultural yang membuatnya menjadi tempat yang ideal bagi para siswa yang ingin belajar di luar negeri.

Kisah TKI Lain

Selain Victor, ada juga TKI lain di Australia yang menceritakan pengalamannya sebagai tukang cukur.

Pria tersebut bernama Sofyan Hidayat dan sudah merasakan manisnya gaji besar hingga Rp7,5 juta dalam 5 hari kerja.

"Perkenalkan nama saya Sofyan Hidayat, aku akan bercerita bagaimana pengalamanku bekerja sebagai tukang cukur di Australia," ucap Sofyan melalui kanal YouTube-nya Sofyan Hidayat tayang 3 Oktober 2021.

Sejatinya Australia tak menerima pekerja migran dari luar secara terang-terangan.

Terkecuali jika seorang warga negara asing memiliki visa kerja dan itu pun sangat dibatasi.

Sofyan Hidayat mengaku menggunakan visa working holiday untuk bisa menjadi tukang cukur di Australia.

Saat awal-awal tiba di Negeri Kangguru, Sofyan Hidayat tidak kerja sebagai tukang cukur.

Namun, karena keuletannya Sofyan Hidayat akhirnya mampu mempelajari cara mencukur yang baik.

Singkat cerita, Sofyan Hidayat mendapatkan pelatihan mencukur rambut di Australia.

Dengan pelatihan yang cukup bagus, Sofyan Hidayat akhirnya bisa bekerja sebagai tukang cukur.

Pendapatan menjadi tukang cukur di Australia digaji sesuai kemampuan dan skill masing-masing.

"Penghasilan barber sendiri tuh tergantung skill ya, biasanya mulai dari 150 Dollar sampai 200, 250 Dollar per hari," ujar Sofyan Hidayat.

Menurut Sofyan Hidayat, gaji yang didapat sebagai tukang cukur rambut cukup tinggi di Australia

Sofyan Hidayat mengaku mulai bekerja pukul 9 pagi hingga 5 sore.

Untuk bekerja dengan waktu tersebut Sofyan Hidayat mendapat gaji 150 dollar sehari atau jika dirupiahkan mencapai Rp1,5 juta per hari.

Tentu nominal tersebut sudah termasuk besar jika dibawa ke Indonesia.

(TribunJabar.id/TribunNewsmaker.com)

Ikuti berita lainnya di News Google >> SURYAMALANG.COM.

Ikuti saluran SURYA MALANG di >>>>> WhatsApp

OTHER NEWS

1 hour ago

Istrinya Diduga Selingkuh dengan Anji, Rapper Sexy Goath Bongkar Kronologi Kebohongan Juliette Angela Sampai Akhirnya Ketahuan

1 hour ago

Jika PDIP dan PKS Koalisi di Pilkada Serentak 2024,Petinggi PKS Ungkap yang Bakal Terjadi di Daerah

1 hour ago

Ucok Abdulrauf Resmi Dilantik Jadi Pj Walikota Palembang,Pj Gubernur Sumsel Sebut Duet Maut

1 hour ago

Mencoba Kawasaki W175 L, Respons Mesin Jadi Lebih Halus

1 hour ago

Pelatih PSM Yakini Ronaldo Jadi Bintang Euro 2024, Monster Sepak Bola

1 hour ago

Jika PKS Dapat Jatah Cawagub Jakarta Lewat Koalisi Prabowo, Kaesang Diprediksi "Out"

1 hour ago

INTER MILAN: Proyek Oaktree Capital,Josep Martinez,Lautaro Martinez,Alex Perez

1 hour ago

Putin dan Kim Jong Un Bertemu, Genjot Kerja Sama Bidang Ekonomi dan Politik

1 hour ago

Staf Hasto PDI-P Tiba di KPK Jadi Saksi Harun Masiku

1 hour ago

Kisah Aimel Ingin Lihat Sapi Kurban Gemoy di Istiqlal

1 hour ago

Manfaat Squat yang Harus Diketahui Selain Mengencangkan Bokong

1 hour ago

5 Tempat Wisata Keluarga di Manado Buat Dikunjungi saat Libur Sekolah

1 hour ago

7 Artis Cantik Sukses Bikin Berondong Bertekuk Lutut,dari Luna Maya,Agnez Mo hingga Cinta Laura

1 hour ago

Singapura atau Bahrain, Mana Lawan yang Lebih Berat buat Marsela Awi?

1 hour ago

Kabupaten Bantul Mengebut Pembangunan Infrastruktur di 300 Lokasi

2 hrs ago

Tim Prabowo-Gibran Bantah Rencana Rasio Utang Indonesia Naik Hingga 50 Persen dari PDB

2 hrs ago

6 Doa untuk Orang Tua agar Sehat Selalu dan Panjang Umur

2 hrs ago

Kembalikan Kiper Berdarah Indonesia ke Sampdoria, Inter Milan Pilih Bidik Jebolan Barcelona

2 hrs ago

Mencegah Perang Israel-Lebanon...

2 hrs ago

Yamaha Kurang Data untuk Pengembangan Motor, Perlu Tim Satelit

2 hrs ago

Penjaga Pantai Yunani Dituding Lempar Para Migran ke Laut dan Biarkan Mereka Tewas

2 hrs ago

Jemaah Haji Asal Trenggalek Meninggal Dunia di Mina

2 hrs ago

Fakta Pertalite Dihapus Terlihat dari Bensin Jenis Baru Mulai Banyak Dijual di SPBU Pertamina

2 hrs ago

7 Resep Rebusan Daun untuk Menurunkan Kolesterol, Mudah Dicoba di Rumah Bun!

2 hrs ago

Martinez Puji Kedisiplinan Portugal Setelah Menang Tipis Atas Ceko

2 hrs ago

Viral Warga Kembalikan Sampah ke Pembuangnya di Sumedang,Pelaku Terungkap Gara-gara Alamat Paket

2 hrs ago

Shin Tae-yong Banyak Menangis Usai Empat Tahun di Timnas Indonesia - Warganya Pemurah dan Berhati Hangat

2 hrs ago

Rihanna Alami Kerontokan Usai Melahirkan, Jadi Lebih Kreatif Pilih Gaya Rambut

2 hrs ago

Jadwal Bioskop di Bali Rabu (19/6): Bad Boy in Love & 2 Film Asing Tayang Perdana

2 hrs ago

Harun Masiku Diburu, PDIP Diharu Biru

2 hrs ago

Penjualan Vision Pro Lesu, Apple Fokus Bikin Headset yang Lebih Murah Tahun Depan

2 hrs ago

Respons Fakhri Husaini soal Ernando Ari yang Bicara Pemain Titipan pada Era Kepelatihannya di Timnas U-16 Indonesia

2 hrs ago

Hasil Lengkap Euro 2024 Tadi Malam,Portugal Buat Comeback Dramatis,Arda Guler Cetak Gol Roket

2 hrs ago

Pria Bawa BeAT Street Ini Seketika Populer, Wajah Berdosanya Kejepret di CFD

2 hrs ago

Review ‘The Watchers’: Duplikasi Manusia yang Membahayakan Peradaban

2 hrs ago

AS Disebut Tertinggal Jauh di Belakang China di Bidang Tenaga Nuklir

2 hrs ago

KUR BRI 2024: Cara Ajukan Pinjaman Rp100 Juta Agar Cair,Simak Informasi Lengkapnya di Sini

2 hrs ago

Link Raw dan Spoiler Manga Boruto Two Blue Vortex Chapter 11 Bahasa Indonesia Kekuatan Asli Himawari

2 hrs ago

Pratama Arhan Ungkap Tujuan Besar Pemain Timnas Indonesia, Lolos ke Piala Dunia 2026

2 hrs ago

"Suasana di Mina Mirip Barak Pengungsian, Para Tamu Tuhan Tidak Nyaman"